Selasa, 29 Maret 2011

Jodoh di Tangan Tuhan

"Barokallahu laka"

Selasa, 30 Juni 2009

Welcome back

Otre, blog ini dah ga gw sentuh dua bulanan.ok,kmana gue? Ga kemana2 sie..

Minggu, 26 April 2009

My mood NoW....

Memilihmu
by Adhitia Sofyan

Memilihmu perlu persiapan dan mental
Bagai memilih masuk ke sekolah unggulan
Memilihmu bisa makan waktu yang panjang
Satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu

Aku tak pernah jadi murid yang terpandai
Menunggu lama slalu membuat ku bosan
Bawa pergi mimpiku berlalu

Cikiciki bombom out the door
I'll never gonna get you anyway
Cikiciki bombom I'm outta here
I'll never gonna get you anyway

Memilihmu perlu kemampuan yang total
Gitarku saja tak cukup jadi andalan
Memilihmu terpaksa menjadi pilihan
Hanya dirimu yang mengusik mimpi mimpi

Aku tak pernah jadi pilihan terbaik
Mungkin aku sebaiknya bangun dari tidurku
Dan bawa pergi mimpiku berlalu

Kutinggal pesan untukmu
Ku tak punya banyak waktu
Mungkin di lain waktu
Kau ada waktu untuk dengar aku
Sekarang waktunya ku pergi

Cikiciki bombom out the door
I'll never gonna get you anyway
Cikiciki bombom I'm outta here
I'll never gonna get you anyway


Nb : for him, really, mood gajebo nie

Jumat, 24 April 2009

Abdul and The Coffee Theory


Akhir2 ini suka banget denger suaranya kang Abdul (hayah, sok akrab).
Aplagi lagunya "Kucinta kau Lebih Dari yang Kemarin". Mantep pisan euy. Ntar ah beli CD-nya. Pop Jazz gitu, asik deh.

Berikut artikelnya gue ambil dari inilagu.blogspot.com :

“Musik adalah ekspresi jiwa.” Hal ini amat diyakini oleh Abdul, penyanyi kelahiran Medan, yang mencoba peruntungan lewat album perdananya, Bersandinglah. Hal ini pula yang membuat dirinya nekat melenggang dengan konsep musik yang oleh kebanyakan orang dinilai kurang menjual : pop jazzy.

“Saya tidak ingin melepaskan karya yang tidak jujur. Yang terlalu mengacu pada selera pasar. Yang saya inginkan adalah berkarya sesuai kata hati. Karena saya yakin, mengeluarkan karya dari dalam hati, akan lebih mudah menyentuh hati orang yang mendengarkan musik saya,” ungkap pemilik nama lengkap Tengku Muhammad Abdullah Amin Anshari ini, serius.

Ini bukan sekadar basa-basi. Meski baru sekali ini melepas album solo, alumni Fakultas Hukum Trisakti ini sudah cukup lama malang melintang di jalur musik. Tepatnya, sejak masih duduk di bangku SMP di Kota Kembang.

Saat itu, Abdul memang belum serius bermusik. Masih jadi bagian dari sebuah band sekolah yang memainkan lagu-lagu The Beatles.

“Meski belum serius, saya merasa lebih nikmat saat memainkan lagu yang memang saya sukai. Hasilnya, orang yang mendengarpun jadi lebih enjoy. Karena, musik yang mereka dengar, benar-benar datang dari hati,” tambahnya, lagi.

Selanjutnya, Abdul terus berusaha memainkan musik dari hati. Di bangku SMA, Abdul yang sudah berdomisili di Jakarta, tertarik memainkan lagu-lagu britpop macam Oasis dan Blur. Sedangkan, saat kuliah, lagu-lagu band alternatif macam Third Eye Blind yang dikulik bareng bandnya.

“Pokoknya, semua musik yang disuka, pernah dimainkan. Namun, saya masih belum menemukan warna musik yang pas dengan karakter dan jiwa saya,” aku Abdul, tulus.

Pencarian terus dilakukan. Hingga akhirnya, ada seorang teman yang memberi masukan agar dia bersolo karir. Maksudnya, agar dia bisa lebih bebas mengeksplor warna musik yang benar-benar pas dengan warna vokalnya.

Masukan ini diterima. Saat coba bersolo karir, Abdul menemukan warna musik yang lama diidamkannya. Apalagi kalo bukan pop jazz.

“Saya ini amat menikmati musik jazz. Sejak kecil, musik ini sudah menarik minat saya. Ternyata, keputusan untuk jadi solis membuat saya lebih bisa mengeksplor diri untuk memainkan jenis musik ini,” bilang pengagum Jamiroquai dan Maroon 5 ini, sambil tersenyum.

Dibantu oleh Ciling, drummer Bunglon yang juga eks drummer Flower, mantan additional keyboardis Bunglon, Ono, dan Riza, seorang teman kuliahnya yang menciptakan sebagian besar dari lagu-lagu dalam album perdana ini, Abdul mulai mengumpulkan materi yang menurutnya sesuai dengan selera dan karakter vokalnya.

Hasilnya bisa didengar dalam 11 lagu di album yang dirilis di bawah kerjasama label Clarity Music dan Trinity Optima Production ini. Meski benang merahnya pop, musik Abdul amat dikotori nuansa jazz.

“Selain itu, ada keunikan lain dalam album ini. Saya coba menawarkan nuansa jazz yang minimalis. Yang mengedepankan gitar sebagai instrumen utama. Ide ini saya dapat dari musisi idola saya: Sting, Kings of Convenience dan John Mayer. Meski bermain minimalis, mereka bisa menghasilkan karya yang maksimal,” ungkap penyanyi berdarah Melayu ini, santai.
Lantas, seperti apa lagu-lagu di album perdananya? Persis yang dikatakan Abdul, lagu-lagu yang ditawarkannya cukup menarik disimak. Di singel Joss misalnya. Mengambil tema kekecewaan hati yang tersembuhkan oleh seorang wanita, Abdul coba menampilkan nuansa akustik kental dari permainan gitar yang maksimal di album ini. Sepintas, memang mengingatkan kita pada nama-nama yang sudah disebutnya tadi.

Pun terjadi di lagu Agar Kau Mengerti yang ada di track perdana. Lagu yang mengajak kita merenungi pentingnya sebuah pengertian dalam hubungan cinta ini juga mengedepankan permainan gitar akustik yang clean dan easy listening.

Lantas, ada juga Melayang yang sempat masuk babak 30 besar Lomba Cipta Lagu Nasional 2006 dan All You Gotta Do, sebuah lagu yang sering dibawakan bersama Band-nya sejak di bangku kuliah.

“Awalnya, lagu ini adalah lagu rock. Namun, sudah diaransemen lagi sehingga cocok dengan album ini. Lagu ini dimasukkan sebagai bagian dari refleksi perjalanan musik saya selama ini,” bilang penyanyi yang bercita-cita jadi produser ini.

Satu nomor lain yang menarik berjudul Bahagia. Dalam lagu berdurasi nyaris 5 menit ini, Abdul coba bereksperimen. Hasilnya, lagu ini jadi terdengar seperti dua lagu terpisah yang dimedley. Yang mungkin bisa mengecoh pendengar yang kurang aware.

Overall, lewat barisan lagunya Abdul berharap bisa memberi alternatif pilihan dalam musik Indonesia. Yang memperkaya industri musik dan membuatnya terus dinamis dan makin dicintai oleh telinga kita, pendengar musik di Indonesia. (www.javajazzfestival.com/2008/artists_archieve.php?action=detail&nid=1048)

Sabtu, 18 April 2009

Me and 24

Tua itu pasti,dewasa itu pilihan. Apa artinya menjadi lebih tua satu tahun lagi? Bagiku adalah kerjaan baru, KTP baru, kos baru, dan... new love life.

Jumat, 03 April 2009

Cikole days

Selama hampir 5 hari ini gue ikutan Bintal capeg di dodik bela nusa, Cikole, Lembang. Acara-acaranya seru abes.
* ntar gw lanjutin lg

Jumat, 27 Maret 2009

Ujian Ketaatan

Hari Rabu kemaren aku dapet satu ilmu yang pikirku perlu untuk dibagi.
Jadi ikut kajiannya ustadz Amang Syafrudin.
Jujur gue agak pusing juga denger penjelasannya terutama tentang filosofi satu kata "Hikmah", karna emang jalan pikir gue yang cenderung praktis dan taktis. Panjaaaaaaang bener "Hikmah"-nya. Tapi ada satu ilmu yang lumayan ngena tentang halal-haram.
Begini ceritanya.
Mungkin setiap orang bertanya "Mengapa daging babi, minuman keras, dan judi diharamkan?"

Beliau mengatakan bahwa " Pecayalah bahwa apa yang diharamkan oleh Allah itu, mengandung mudharat/kerusakan"
Misalnya begini, daging babi diharamkan karena mengandung kerusakan untuk tubuh manusia, yaitu cacing pita. Bila dengan teknologi pangan cacing pita tersebut dapat dihilangkan dan didapatkan daging babi yang sehat, apakah akan berarti daging babi tersebut menjadi halal?
Nah, bagaimana dunk?
Jawabannya cukup simple ternyata dan sesuai logika.
"Sesungguhnya Allah hanya ingin menguji ketaatan makhluk-Nya". That's it.

Jadi keinget satu blog the azadies yang membahas sunnatullah.

Senin, 23 Maret 2009

Jelajah Monas (feat. Andin)

Sabtu seharian tanggal 21 kemaren aku habiskan ama si Andin di Monas.
Intro :
Kita berangkat dari Cikarang setengah 8 pagi, sampe di kosan gue, jam 10-an.
Trus gue cuci baju dulu, mandi, siap2 deh....
Eh ternyata bu Andin masi pengen tidur lagi... dasar.... tapi gue temenin deh Ndin... wakakak.... padahal kostum gue dah siap berangkat.... ya udah deh, dilepas lagi kerudungnya. Seabis Zuhur, makan dulu di Hokben, bru jalan ke Monas

Sampai di halaman Monas, kita bingung masuknya dari mana. Karena kayaknya pagarnya adalah kurva tertutup. Waduh. Trus nanya deh ke tukang poto di sekitar Monas. Dan kita diberi tahu untuk masuk Monas lewat Terowongan gituyang arah masuknya dari arah Masjid Istiqlal. Oke get it. Terowongannya lumayan kok, ga seperti yang gue bayangin (gelap, lembab, pokoknya kayak gua2 itu deh..... pikiran yang ngawur)
Trus kita bayar tiket. Hehe, kita bayar pake tarif mahasiswa dong. Padahal kagak nunjukin kartu mahasiswa. Rejeki. Emang tampang ga bisa bohong, cuy!!
Kita ke museum dioramanya dulu.... Wah, emang kalo urusan sejarah aku "nul-putul". Ga ada bagus-bagusnya. Yang aku inget banget tahun perang Diponegoro yaitu 1825-1830. Karna sering dijadiin joke, perangnya habis maghrib dan cuman 5 menit. Maafkan aku ini. Padahal sejarah memegang peranan penting dalam..... dalam apa ya.... dalam masa depan bangsa kali. wakakak (ngawur maning). Intinya kalo ga ada sejarah, maka kita ga akan tahu bagaimana republik ini sampai seperti ini. Terima kasih banyak untuk kalian, para pelaku sejarah yang memperjuangkan kedaulatan ibu pertiwi Indonesia ini, semoga kalian diterima di sisi-Nya. Aamin.
Trus juga ngeliat sejarah pembangunan Monas 1961-1967. Pembangunannya sempat terhenti tahun 1965 karena ada G30S/PKI.
Abis itu kita nanya arah ke Ruangan yang memperdengarkan Proklamasi. Trus dipandu gitu ama guide trainee. Eh sebenernya guide itu bayar ga sie? Kita sie berpikiran positif alias ndak usah mbayar. Tapi ndak tau deh, tapi ngeliat blog si bule ngehe, kayaknya bayar deh. hehe, rejeki. Kita dengerin teks proklamasi dibacain ama bung Karno. Sebenernya ini bayar Rp 25000. Tapi karna ada rombongan SD gitu, jadi kita ngikut deh, hehe, lumayan gretongan lagi. Haduh, ndak modal emang, maafin daku Monas.
Setelah itu kita ngantri ke puncak Monas naek lift. Lumayan juga, hampir setengah jam ngantrinya. Tapi gapapalah. Ditemenin mas bule ganteng yang ngantri di depan kita, ya ga Ndin...
Kita sampe di puncak Monas, poto2, liat gedung2 pake teropong, bayar Rp2000 per koin per satu setengah menit.
Trus abis dari pundak, kita ke lantai 2, di pelataran monas. Cuman duduk2 aja, ngaso, capek banget, aseli, deh.......
Habis itu kita turun ke lantai 1, pake tangga.... ammpuunnnnn bisa langsing mendadak nie....!!!!!
ya dah deh.... trus kita poto2 lagi di patung2.....
Capek, trus sholat maghrib di Masjid Istiqlal.
Abis itu kita menuju next target. Air mancur Menari di Monas.
Kita nonton yang jam 8, karena yang jam 7 dah mo abis.
Menurut gue, lebih bagus air mancur yang di Grand Indonesia. Airnya emang bener2 "menari" ngikutin lagu klasik yang emang ehem banget.
Kalo yang di Monas lagunya macem2, campursari, dangdut, pop, dll....

Abis itu kita pulang, dan maem mie instan + telor di warung deket ksoan gue.

* Ternyata temen gue, Ira, juga ngajakin ke Air mancur menari juga, di saat yang sama, tapi aku lagi pake nomor lain, jadi pesennya ga nyampe...... wah keren ya.... kita di tempat dan saat yang sama, tapi kita ga tahu.

Minggu, 22 Maret 2009

It's still not over, frankly...

I've tried to delete you from every single of my memory, but it's totally failed.

I've tried to uncare of you again, but you know i couldn't.

Now, than i busy get you out of my life, better i enjoy and feel the beauty of loving someone...

Sampe kapan? Ga tau, mungkin ampe bosen dan akhirnya menyerah... ya ga, a iyo

Kamis, 19 Maret 2009

45 minutes 7 seconds

Just wanna say,


Me melted last night hearing your voice again.



Kamu, yang bikin aku balik kucing mulu dan butterfly terus-terusan, lagi ngapain?
Udah makan belum?
Take care, it's not a good surrounding anymore.


* is it would be right, if i bait more frequent, Sir ???



Bunga Citra Lestari - Someone Like You

I never tought you came in to my life
it makes my life brighter
it makes my dreams come true

you bring life to everything I do
Our love is sincere
for the last forever...I love you...

and you know my love is true...
huuu..huu..huu..huuu
it will never end
till the end of time

Reff :
I will never find some one like you
But i have to go on
and i'm still will go on

I will never find a love like yours
and those sweet memory
it will always lasts ..
forever...